Selama Ramadan dan Idul Fitri 2025, Pertamina Jamin Stok BBM di DIY Aman
WARTAJOGJA.ID : Stok BBM dan LPG di wilayah DIY dipastikan aman selama masa Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah ini. Diproyeksikan terjadi kenaikan konsumsi untuk beberapa jenis BBM, namun stok dijamin tercukupi.
"Stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman," kata General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Aribawa saat melakukan peninjauan di SPBU Airport Hub Kulon Progo, Senin (24/3/2025).
Pihak Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM selama Ramadan dan Idul Fitri, khususnya untuk jenis gasoline, yaitu Pertalite, Pertamax, dan Turbo, mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen menjadi sekitar 1.991 KL per hari.
Sementara itu, konsumsi gasoil (solar) mengalami penurunan sebesar 25,2 persen menjadi 371 KL per hari. Penurunan ini disebabkan oleh adanya pembatasan operasional truk, kecuali untuk angkutan logistik, sembako, dan BBM.
Untuk LPG, kenaikan kebutuhannya diprediksi sebesar 3,05 persen menjadi 553 metrik ton per hari. Sementara itu, konsumsi avtur untuk penerbangan di Bandara Adisutjipto diperkirakan meningkat dari 136 KL per hari menjadi 175 KL per hari. Di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), konsumsi avtur juga diprediksi naik dari 17 KL per hari menjadi 22 KL per hari.
"Secara umum, stok BBM di Terminal BBM yang melayani wilayah Yogyakarta berada dalam kondisi aman. Terminal BBM Rewulu menjadi pusat distribusi utama, dan saat ini stok yang tersedia cukup untuk lebih dari 10 hari ke depan," terang Aribawa.
Selain itu, selama Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina menambah pasokan LPG di seluruh kota dan kabupaten dengan total tambahan sekitar 570.293 tabung, atau meningkat 397 persen dari konsumsi harian normal. Dengan tambahan ini, ia optimis kebutuhan LPG selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik.
Pada kesempatan itu, tim Pertamina dan Bupati Kulon Progo melakukan peninjauan untuk memastikan bahwa kualitas dan kuantitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Ditjen Migas. "Kami juga melakukan pengecekan masif di seluruh SPBU di wilayah DIY guna memastikan bahwa layanan berjalan sesuai standar," imbuhnya.
Dia menegaskan, pengawasan terhadap BBM di SPBU dilakukan dengan sangat ketat, mulai dari pengiriman dari Terminal BBM hingga penerimaan di SPBU. Di Terminal BBM Rewulu, setiap proses penerimaan BBM melalui pengujian kualitas yang ketat. Selanjutnya, saat BBM dikirim ke SPBU, dilakukan kembali pengecekan kualitas.
Setibanya di SPBU, pengecekan visual dilakukan untuk memastikan warna dan kejernihan BBM. Selain itu, setiap pagi sebelum pelayanan kepada konsumen dimulai, SPBU wajib melakukan uji kadar air dan kualitas BBM secara keseluruhan.
Secara berkala juga dilakukan pengambilan sampel bahan bakar untuk memastikan kualitas tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu produk yang dijual di SPBU.
"Jika ditemukan adanya pelanggaran serius di SPBU, seperti manipulasi BBM, kami akan mengambil tindakan tegas. Langkah yang kami ambil mencakup pembinaan hingga sanksi berat berupa penutupan sementara SPBU hingga pihak pengelola memperbaiki seluruh operasionalnya sesuai standar yang berlaku," tandasnya.
Post a Comment