Latih Softskill Siswa, SMTI Yogyakarta Gelar Try Out dan Lomba bagi Siswa SMP
WARTAJOGJA.ID: SMK SMTI Yogyakarta sukses menggelar event TOUCH (Try Out Chemicalistronik) ke 14 dan FASE (Festival Anak Sholeh) ke 7 yang diikuti ratusan siswa SMP se-DIY pada Februari 2025.
Kegiatan rutin tahunan ini turut melibatkan para siswa sebagai panitia sehingga melatih kemampuan mereka dalam melaksanakan sebuah event, bekerja dalam tim, dan melatih kepemimpinan serta softskill-nya.
"Melalui kegiatan Touch dan Fase ini, para siswa dilatih agar semakin bisa menguatkan kemampuan non akademiknya seperti berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang luar sekolah, agar tak hanya kuat aspek akademiknya saja," ujar Gana Waskito, S.Pd.Jas, selaku Pembina OSIS SMK SMTI Yogyakarta, Kamis 13 Maret 2025.
Gana menuturkan, melalui Touch yang digelar tanggal 16 Februari dan Fase yang digelar tanggal 9 Februari itu, para siswa dilatih bagaimana mengelola sebuah event agar berjalan baik dan lancar.
Misalnya para siswa itu turut mencari sponsor, mereka juga perlu berkomunikasi dengan orang yang usianya lebih tua, hingga kerjasama tim dan saling gotong royong menjaga pelaksanaan event sukses dari awal hingga akhir.
"Karena Touch dan Fase sasarannya para anak anak SMP tertarik datang, maka para siswa yang jadi panitia juga musti menyiapkan program yang menarik, mereka saling bekerjasama," kata Gana.
Touch dan Fase sendiri secara prinsip menjadi ajang promosi sekolah agar makin dikenal publik. Untuk Touch sendiri tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke 14. Kegiatan ini mengajak para siswa SMP belajar mengerjakan soal soal dari Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah atau ASPD seperti pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA.
Sedangkan event Fase yang sudah memasuki tahun ke 7, menyuguhkan berbagai lomba menarik. Misalnya tahun ini sedikitnya ada lima acara FASE seperti lomba Kaligrafi, MTTQ, Dai, Adzan, dan CCA (tim).
"Konsep event Touch dan Fase ini setiap tahun dikemas berbeda, sehingga para siswa dilatih berkreasi dengan ide idenya bagaimana acara itu menarik," ujar Gana.
Seperti gelaran Touch yang sebelumnya soal soal try out-nya dikerjakan secara manual, namun saat ini sudah paperless alias secara digital pengerjaannya.
Sedangkan untuk event FASE, dari tahun ke tahun jenis lombanya selalu berkembang.
"Peserta FASE terus bertambah setiap tahun, jika tiga tahun lalu pesertanya masih 100-an siswa SMP, tahun ini sudah 150-an siswa," kata Gana.
Tak kalah membanggakan, peserta kegiatan Touch. Jika tiga tahun lalu pesertanya masih 120-an orang, maka tahun ini pesertanya hampir mencapai 400 siswa SMP.
"Padahal ada sejumlah sekolah tingkat SMA-SMK yang menggelar event juga, namun Alhamdulillah peserta yang ikut acara Touch dan Fase di SMTI Yogyakarta cukup banyak," imbuh Gana.
Gana menambahkan, hasil dari acara itu banyak para siswa yang tertarik kelak usai lulus SMP, ingin melanjutkan ke SMTI Yogyakarta.
"Dari peserta yang belum tertarik mendaftar sekolah ini jadi tertarik lewat program Touch itu," kata Gana.
Pada kegiatan tersebut, peserta juga diajak berkeliling untuk melihat lebih dekat SMK SMTI Yogyakarta seperti, tour ke ruang ruang dan laboratorium sekolah, sehingga baik calon orangtua maupun siswa memiliki gambaran seperti apa SMK SMTI Yogyakarta.
Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan, 100 persen lulusan unit pendidikan vokasi yang berada di bawah Kemenperin, dipastikan akan diterima bekerja di sektor industri, termasuk para siswa lulusan SMK-SMTI.
Secara umum Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kualitas pendidikan vokasi yang ada di bawah Kemenperin sudah bagus dan ideal. Baik dari segi pelaksanaan program, maupun jejaring yang dilakukan dengan industri.
"Kualitas pendidikan vokasi kita sudah sangat baik. Tapi perlu ditambah dari jumlah atau kuantitasnya," pesannya.
"Selain kualitas, aspek kuantitas juga terus ditingkatkan, baik program kelas atau SDM, untuk memenuhi kebutuhan industri," harapnya.
Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, kebutuhan SDM yang unggul dan kompeten di sektor industri, secara pola juga terus bertambah secara signifikan.
Menurutnya, fenomena tersebut jadi indikator yang positif, karena berarti menunjukkan signifikansi sektor industri di Indonesia yang terus maju dan berkembang.
"Industri kita bertumbuh pesat, peningkatan dan kebutuhan SDM di industri juga terus terjadi," tandasnya.
Post a Comment