BPKH,LazisMU, dan PWM DIY Kolaborasi Gelar Gebyar Ramadhan Cinta Sesama – Program Inklusif di Yogyakarta
WARTAJOGJA.ID : Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LazisMU) DIY menggelar acara Gebyar Ramadhan Cinta Sesama – Program Inklusif dibarengi acara Buka Bersama di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta (PWM DIY) di Jl. Gedongkuning No.130 B Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Kamis (27/3/2025).
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH dalam menyalurkan manfaat bagi umat melalui berbagai inisiatif sosial selama bulan suci Ramadhan.
Hadir dalam acara itu perwakilan BPKH RI yaitu Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM dan Umum, Dr. Sulistyowati., M.E., C.F.P., Kepala Divisi Registrasi dan Analisis Kemaslahatan BPKH, Indriayu Afriana dan Kepala Divisi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH, Dyah Rahayu, Dr. Moh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. selaku ketua PWM DIY, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mewakili Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Kegiatan ini mengusung tema Ramadhan Inklusi dengan tema "Ramadhan untuk Semua, Menghapus Batasan, Membangun Kekuatan”
Dalam event itu digelar sejumlah acara menarik dan antusiasme peserta meski diguyur hujan deras.
Seperti Praktek Bahasa Isyarat-Membaca Al Qur'an, penyerahan Al qur'an Braille dan
Bingkisan bagi para Santri, Pembagian Hadiah, pemutaran Video Program Inklusif juga Tausyiyah oleh Ustadz Triyanto, S.Pd., M.Pd.
Perwakilan BPKH RI, Dr. Sulistyowati, M.E., CFP., dalam sambutannya menegaskan komitmen BPKH dalam mendukung berbagai program sosial yang inklusif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan ibadah. Oleh karena itu, BPKH terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
“Ini adalah langkah nyata dalam memastikan bahwa akses terhadap pendidikan Al-Qur’an tersedia untuk semua, tanpa terkecuali. Kami mendistribusikan 50 Al-Qur’an Braille, 200 paket Iqro, serta memberikan paket bingkisan lebaran bagi santri,” jelas Sulistyowati.
Sementara Ketua PWM DIY, Dr. Moh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., turut mengapresiasi peran BPKH dalam kegiatan ini.
“Dukungan dari BPKH sangat berarti bagi suksesnya program ini. Ini adalah implementasi nyata dari spirit Al-Ma’un yang mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, S.E., M.M., yang hadir mewakili Wali Kota, menyatakan bahwa pemerintah kota sangat mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh BPKH ini.
“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, menghapus batas perbedaan, serta memperkokoh persaudaraan dalam Islam,” ucapnya.
Acara diawali dengan penampilan seni dari kelompok difabel yang menunjukkan kreativitas luar biasa, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori yang melantunkan ayat-ayat dengan penuh kekhusyukan. Para peserta juga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol persatuan dan kebangsaan.
Sebagai bagian dari acara, BPKH secara simbolis menyerahkan Al-Qur’an Braille serta mendistribusikan bingkisan kepada santri.
Selain itu, BPKH juga turut serta dalam pelantikan pendamping Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Inklusi sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an bagi semua kalangan. Para pemenang lomba hafalan dan sambung ayat kategori tuli dan netra juga menerima penghargaan atas pencapaian mereka.
Untuk memberikan refleksi dari perjalanan Program Inklusif, panitia menayangkan video dokumentasi yang menggambarkan dampak positif dari kegiatan ini.
Acara ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Triyanto, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pesan inspiratif tentang kebersamaan dan inklusi dalam Islam.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana sabda Rasulullah, “Khairunnas anfa’uhum linnas.”
Beliau juga mengutip Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan menghormati.
Sebagai penutup, seluruh peserta berbuka puasa bersama, menambah nuansa kebersamaan dan kebahagiaan.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan peran BPKH dalam mendukung program inklusif dan kemaslahatan umat semakin luas, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Post a Comment