News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rangkaian Acara Sambut Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret di Yogyakarta, Catat Tanggalnya

Rangkaian Acara Sambut Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret di Yogyakarta, Catat Tanggalnya

WARTAJOGJA.ID: Peristiwa bersejarah Serangan Oemoem 1 Maret (SO 1 Maret) perlu terus digelorakan sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme sekaligus melestarikan nilai perjuangan, gotong-royong dan persatuan.

Inilah salah satu yang melatarbekalangi digelarnya beragam acara dalam rangka Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret 1949. 

Kegiatan itu berlangsung 21 Februari hingga 1 Maret 2025 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Salah seorang Panitia Peringatan Serangan Umum 1 Maret Divisi dari Divisi Humas, Media dan Publikasi, Setiyo Hartato SIP MMB, Selasa (18/2/2025), menyampaikan rangkaian acara seru dan meriah telah menanti.

Selain Festival Bonsai, juga ada eksibisi Museum Tosan Aji termasuk di dalamnya ada Demo Tempa serta Warangka, Pendhok Line Dance, UMKM (Pasar Gedhe & Kuliner) Wahana (Bianglala, Komedi Putar) maupun Lomba Mewarnai & Menggambar.

Kegiatan Peringatan Tonggak Penegakan Kedaulatan Negara "Merawat Api Sejarah Menuju Indonesia Emas 2045" kali ini merupakan momentum penting untuk mengenang jasa pahlawan, terutama dalam konteks Serangan Umum 1 Maret 1949.

Disebutkan, peristiwa bersejarah ini terjadi ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut kembali Yogyakarta dari kekuasaan Belanda, yang berusaha menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.

Serangan itu tidak hanya merupakan tindakan militer tetapi juga simbol perlawanan dan tekad rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Dalam konteks ini, peran Sultan Hamengku Buwono IX, Jenderal Soedirman dan Presiden Soeharto sangat krusial. Sultan Hamengku Buwono IX sebagai pemimpin Yogyakarta memberikan dukungan moral kepada para pejuang dan merancang strategi yang melibatkan partisipasi masyarakat.

"Keberanian dan dedikasi beliau dalam memobilisasi sumber daya sangat berkontribusi pada keberhasilan serangan tersebut,"  kata Setiyo.

Jenderal Soedirman sebagai Panglima TNI mengarahkan strategi militer yang efektif, sementara Presiden Soeharto juga terlibat dalam memperkuat komitmen nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Ketiga tokoh ini mampu menyatukan rakyat untuk berjuang bersama, mengingatkan mereka akan pentingnya mempertahankan kedaulatannegara.

Awalnya, peringatan Penegakan Kedaulatan Negara hanya dilakukan secara lokal di Yogyakarta. Seiring waktu, makna dan signifikansi peristiwa ini mulai diakui lebih luas, menjadikannya bagian penting dari sejarah nasional.

Pada akhirnya 1 Maret ditetapkan sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Meski telah ditetapkan Presiden Republik Indonesia sebagai hari besar nasional, Hari Penegakan Kedaulatan Negara belum dikenal luas.

Menurut Setiyo, masyarakat Indonesia terutama generasi muda harus mulai memahami bahwa peristiwa ini bukan hanya sejarah lokal tetapi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan. "Dengan peringatan ini kita diharapkan tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengambil pelajaran berharga dari perjuangan para pahlawan," tambahnya.

Peringatan Penegakan Kedaulatan Negara harus menjadi sarana edukasi dan refleksi bagi seluruh masyarakat, terutama generasi muda, agar mereka menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memahami pentingnya menjaga kedaulatan NKRI.

"Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat identitas bangsa dan membangun kesadaran akan tanggung jawab kita dalam meneruskan semangat perjuangan para pahlawan, menjaga persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik untuk Indonesia,"  jelasnya.

Dalam skala yang lebih luas, lanjut dia, Peringatan SO 1 Maret juga dimaksudkan untuk mengenalkan dan mewariskan budaya serta sejarah, sarana silaturahmi nasional, sarana promosi budaya dan pariwisata, menjadi ruang semua pihak untuk berinovasi secara kreatif.

Adapun target dari kegiatan itu adalah mendorong Hari Penegakan Kedaulatan Negara diperingati secara nasional di tingkat pusat maupun semua daerah.

Setiyo menambahkan kegiatan tersebut tak hanya diikuti oleh masyarakat, pelajar, mahasiswa, aparat pemerintah maupun komunitas tetapi juga pelaku UMKM dan organisasi pemuda. 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment